Last Updated 2019-03-11T18:45:31Z
Barang Bukti Yang Dirampas
  
TARAKAN, penakaltara.com | Sejumlah oknum yang mengaku dari  Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sekitar pukul 22.00 WITA melakukan penggerebekan terhadap gudang ikan milik warga di Jalan Gajah Mada, Jembatan Bongkok, RT32, Tarakan Barat. Tanpa dapat menunjukkan surat perintah, oknum BAIS TNI yang berjumlah 2 orang itu mendatangi gudang ikan dan sekonyong-konyong langsung melakukan penggeledahan. Atas tindakan ilegal tersebut, 7 Koli Kepiting milik warga dibawa entah kemana.

"Katanya sih mau dibawa ke kantor Karantina," ucap Robin Aritonang, SH selaku tim kuasa hukum pemilik gudang kepada penakaltara, Selasa (12/03). Robin bercerita, oknum BAIS TNI tersebut mendatangi gudang warga dengan melibatkan tim dari BKIPM dan PSDKP Tarakan agar tindakannya tampak legal.

"Oknum itu berinisial BN dan AS, keduanya menurut kabar adalah anggota BAIS TNI," kata Robin.

Situasi Penggerebekan Yang Diduga Ilegal/Cacat Prosedur
Ketika Robin mempertanyakan kedudukan hukum atas adanya penggerebekan itu, lanjut Robin, dengan arogannya oknum BAIS TNI berinisial B langsung membentak dan mengancam Robin. "Kamu diam ya, kamu diam, sekali lagi kamu bicara saya sikat juga kamu," ucap B kepada Robim dengan nada tinggi sebagaimana ditirukan Robin. Melihat sembulan senjata api di pinggang B, Robin pun pasrah dan tidak mampu berbuat apa-apa hingga proses perampasan paksa 7 Koli Kepiting tersebut usai.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, pihak BKIPM Tarakan membenarkan adanya kejadian penggerebekan tersebut. "Malam pak...Iya benar...klo mau berita lengkap silahkan besok ke kantor aja bicara sama pimpinan," ujar Jonison, salah seorang petugas Karantina yang turut serta melakukan penggerebekan dan perampasan ikan secara ilegal tersebut.

Dalam keteranganya, Jonison mengaku bahwa pihaknya mendapatkan informasi masih adanya kepiting bertelur di Tarakan. "Tidak dalam rangka apa-apa, karena pihak kami mendapatkan informasi masih adanya pengiriman kepiting bertelur di Tarakan," bebernya. Ditanyai soal ketentuan hukum apa yang dilanggar oleh pemilik gudang, Jonison bungkam saja dan segera mengakhiri percakapan.

"Saya rasa cukup itu dulu ya mas," tutup Jonison.**

Redaksi
Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: