Last Updated 2018-05-18T01:32:57Z
JAKARTA, PenaKaltara.com - Sikap hakim PN Tarakan utamanya Hj. Kurniasari Alkas, SH pada persidangan perkara perdata antara Bina Bahari melawan Yos Soemitro (Direktur PT. SKA dan PT. CSDA) menuai kritikan tajam dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). Kritikan tajam itu disampaikan langsung oleh Sekjen DPP KAI, Aprillia Supaliyanto, kepada PenaKaltara.com, Jum'at (18/05).

Melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Aprillia Supaliyanto menyampaikan bahwa ia sangat menyesalkan sikap hakim Kurnia yang tidak pantas tersebut. "Jika benar terjadi seperti itu, maka saya sangat menyesalkan itu sikap hakim, itu sungguh tidak profesional dalam menjalankan tugasnya, sepertinya dia (Hakim Kurnia-Red) tidak cukup paham tugas dan fungsi hakim," pungkasnya.

Advokat senior yang telah malang melintang di kancah litigasi skala internasional ini menerangkan bahwa sesungguhnya seorang hakim tidak boleh menilai suatu perkara dengan memberikan pernyataan-pernyataan yang merugikan salah satu pihak selama persidangan masih berjalan.

Disamping itu, lanjut Aprillia Supaliyanto, hakim juga sangat tidak dibenarkan memberikan penilaian secara personal kepada Advokat dengan kata-kata yang menghilangkan wibawa dan marwah Advokat apalagi sampai berusaha mempengaruhi prinsipal untuk mengganti pengacara. Telah nyata kata Aprillia Hakim Kurnia telah melampaui tugas dan wewenangnya. 

"Dengan menyebut sebagai pengacara abal abal, maka saudara hakim kurnia telah nyata-nyata melakukan pelecehan, penistaan , penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Advokat Jerry Fernandez." urai Aprillia.

Sebagai penutup, Sekjen KAI menyampaikan bahwa terhadap ucapan dan perilaku hakim tersebut, sesungguhnya haruslah disikapi dengan serius baik secara etik maupun hukum (pidana). "Supaya tidak menjadi preseden buruk," tutupnya.**

REDAKSI
Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: