Last Updated 2018-02-27T07:03:33Z
FOTO : ILUSTRASI/IST

TARAKAN, Penakaltara.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan memberikan sanksi administrasi terhadap 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Saat ditemui, Senin (27/2) Ketua Bawaslu Tarakan, Sulaiman mengatakan telah memberikan keputusan atas ketidak netralan oknum ASN karena melanggar peraturan dan prosedur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Semua itu dibuktikan dengan adanya 2 Oknum ASN yang terlibat langsung foto bersama pasangan calon (Paslon), dengan menyampaikan simbol 4 jari.

“Kami hanya memberikan sanksi administrasi atas tindakannya.Selanjutnya akan dilaporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tarakan,” Kata Sulaiman saat berada lantai 4 gedung Rektorat UBT .

Dari hasil pemeriksaan dan kajian yang dilakukan selama 4 hari, pihaknya telah membuat kesimpulan bahwa 2 oknum ASN tersebut telah melanggar netralitas ASN. Kemudian masuk dalam Undang - Undang (UU) no 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) 53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN.

“Artinya tindakan mereka itu berujung pada sanksi displin ASN,” Ucapnya.

Terkait unsur-unsur yang ada dalam UU Pilkada pasal 188 no 10 Tahun 2016 tentang ketentuan pidana, pihaknya tidak bisa meneruskan. Karena dianggap belum menemukan alat bukti yang kuat dan keterangan lainnya untuk memberikan gambaran.

“Itulah yang kemudian memberikan kita kesulitan untuk membuktikan pasal 188. Karena kita kekurangan alat bukti,” Aku nya.

Selain itu, Ketua Bawaslu Kaltara, Andi Siti Nuryati menyampaikan akan mendukung langkah dan keputusan yang diambil oleh Bawaslu Tarakan. Menurutnya, tindakan itu diambil karena sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan ketentuan yang berlaku.

“Yang jelas sudah ada keputusan dari Bawaslu Tarakan. Semua sudah sesuai arahan kita dan mengacu pada peraturan yang berlaku,” Ujarnya.


Reporter : Geger Adi Kustanto

Editor : Ricornius Jeferson



Bagikan:

Unknown

Komentar Anda: