Last Updated 2017-12-14T14:46:07Z
Dr. Wiyoto, ketika ditemui PenaKaltara.com di ruang kerjanya
TARAKAN, PenaKaltara.com -  Lagi-lagi kabar memalukan datang dari Kota Tarakan. Tak disangka-sangka, ternyata kota berjuluk "Paguntaka City" ini adalah kota yang warganya paling banyak mengidap penyakit mematikan yakni HIV/ AIDS. Penyebabnya tentu sudah tidak diragukan lagi lantaran adanya perilaku seks yang tidak sehat diantaranya Seks Bebas luar nikah dan narkoba. 

Hal ini disampaikan dr. Witoyo, Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit ( P2P ), Dinas Kesehatan KotaTarakan.  Saat ditemui PenaKaltara.com di ruang kerjanya, Senin (11/12) siang, Dr Witoyo mengungkapkan bahwa warga yang diketahui terjangkit virus HIV/AIDS di Kota Tarakan selalu meningkat setiap bulannya. "Paling sedikit sekitar 50 warga yang diobati karena penyakit itu," tukas Dr Witoyo.

Dari angka itu, kata Dr Witoyo, sudah lebih dari cukup untuk menghantarkan Kota Tarakan menjadi 'juara umum' yang belun terkalahkan atas predikat warga pengidap HIV/AIDS terbanya se-Kalimantan Utara. 

 Dulu sewaktu masih bergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), lanjut Dr Witoyo, Tarakan masih menempati posisi ke-3 terbanyak setelah Balikpapan dan Samarinda. "Nah setelah pisah nih, dengan sendirinya Tarakan menjadi peringkat 1," ujar Dr Witoyo sambil tersenyum.

Adapun hal yang menjadi faktor utama predikat demikian, kata Dr Witoyo masih sama yakni perilaku seks bebas yang merajalela. Perilaku itu juga dipicu kondisi geografis Kota Tarakan yang dijadikan daerah persinggahan/transit bagi para wisatawan dari berbagai kota maupun luar negeri. Untuk itu. Dr Witoyo menghimbau kepada masyarakat Tarakan agar merubah perilaku tersebut dengan tetap setia pada pasangannya dan bila memang itu sulit setidak-tidaknya menggunakan kondom dalam berhubungan intim. "Ya menggunakan kondom kalo memang kehilangan moral sudah tidak dapat dibendung lagi," himbaunya. 

Witoyo Menambahkan, pihaknya masih terus aktif dalam upaya pengobatan pengidap HIV/AIDS ini. Ada atau tidaknya anggaran, kata Dr Witoyo tidak akan menjadi penghalang komitmennya dalam menyembuhkan masyarakat yang telah terlanjur terjangkit. 

ADI KUSTANTO

Editor : Bobby Furtado
Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: